Pasir dan Besi Sudah Dilarang Untuk Ekspor

Menyusul larangan ekspor pasir besi, kesibukan bongkar muat pasir besi di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, menurun drastis. Truk-truk pengangkut pasir besi yang umumnya keluar masuk pintu pelabuhan, nyaris tak ada sama sekali. Demikian juga kapal pengangkut pasir besi umumnya keluar masuk dermaga 2-3 kali sekari, juga tak nampak satu bahkan.

Sebelum adanya larangan ekspor pasir besi, pelabuhan ini senantiasa ramai. Tiap hari ada ratusan truk keluar masuk pelabuhan untuk bongkar pasir besi untuk kemudian memuatnya ke dalam kapal. Hampir tiap hari ada kapal pengangkut pasir besi yang bertolak dari pelabuhan ini ke Cina,’ kata seorang petugas keamanan Pelabuhan Tanjung Intan.

Situasi sepi di pelabuhan Tanjung Intan ini, berlangsung semenjak pertengahan Mei 2012 lalu, sesudah pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan ekspor pasir besi. ‘Kemarin, cuma satu kapal yang masuk ke pelabuhan. Kapal itu berasal dari Australia yang membawa sapi benih untuk dibesarkan oleh peternak di sebagian tempat,’ katanya.

Kepala Dinas Tenaga dan Sumber Tenaga Mineral (ESDM) Kabupaten Cilacap, Sunarto diantar Kabid Pertambangan Banu Nugroho mengakui, ekspor pertambangan terutamanya pasir besi dari Cilacap terhenti sempurna semenjak keluar Tertib Menteri ESDM No 7 Tahun 2012 perihal larangan pengusaha mineral memasarkan biji (raw material) mineral ke luar negeri.

‘Selama ini, pengusaha pasir besi di Cilacap banyak mengekpor biji pasir besi ke Cina. Tetapi Pengiriman pasir besi itu sekarang telah dihentikan’ jelasnya. Berdasarkan ia, pasir besi dari Cilacap, banyak dipakai oleh perusahaan semen di luar negeri sebagai bahan campuran.

Dengan adanya larangan ini, karenanya pasir besi dari Cilacap cuma dapat disalurkan untuk keperluan sejumlah pabrik semen di dalam negeri, termasuk pabrik semen yang ada di Cilacap. “Pabrik semen wire mesh dalam negeri yang memerlukan tak terlalu banyak, karenanya stok yang ada menjadi sungguh-sungguh melimpah,’ katanya.

Ia mengaku, sebelumnya pasir besi dari Cilacap sempat menjadi primadona ekspor dari Cilacap dan malahan booming pada 2011. Manager Humas PT (Persero) Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IIII Cabang Tanjung Intan Cilacap, Jateng, Muhamad Gozali mengatakan, ekspor pasir besi ke Cina melewati Pelabuhan Tanjung Intan, pada 2011 tercatat menempuh 2.1 juta ton. Pada 2012, sebelum ekspor dihentikan, pengiriman telah menempuh 1,7 juta ton.

Banu menambahkan, ekspor pasir besi sebetulnya masih diperbolahkan asalkan komoditi tambang hal yang demikian telah diolah dan dimurnikan cocok batasan minimum pengolahan dan pemurnian di pabrik pengolahan dan pemurnian bahan tambang.’ terjadi selama ini, hasil tambah seketika dimuat ke tongkang dan dibawa ke luar negeri jelasnya.

 

 

Info Lainnya Tentang Harga Besi Beton