Harga Tanah Makin Mahal, Rumah Makin Mahaalll

jasa interior jakarta

Ketika umur telah via dari 25 tahun, pikiran-pikiran itu pernah melintas nggak sih di kepalamu? Kecuali alasan-alasan mau tinggal mandiri, rumah serta tanah yang kau miliki kata orang itu salah satu aset untuk masa depan. Setidaknya punya rumah sendiri tidak akan membuatmu terus mengontrak di rumah orang. Mengingat tarif kontrakan per tahunnya pasti meningkat, sementara keperluan pribadi bahkan ikut serta bertambah.

Lalu kenyataan lainnya, bahwa kian ke sini harga tanah naik tidak kaprah-kaprah. Sekiranya telah seperti ini bagaimana dengan mimpimu punya rumah sendiri?

1. Kenaikan harga tanah dan rumah yang tidak sebanding dengan kenaikan gaji, buatmu berdaya upaya ulang untuk mempunyai rumah sendiri
Awam yang dikenal, bahwa kenaikan harga rumah yang terus terjadi secara signifikan tidak sebanding dengan kenaikan gaji pegawai atau UMK meskipun Ketua Sampai REI Eddy Hussy mengatakan sekiranya kenaikan harga ini tidak terjadi di segala tempat. Kalaupun naik itu sebab harga material dan UMK naik, jadi segala harga rumah ikut serta disesuaikan.

Baca juga : Jasa Interior Jakarta

Sementara lahan yang tersedia tidak cuma kian sempit, melainkan juga harganya dapat selangit bila lokasinya strategis. Tapi banyak orang yang memilih mencari tanah di pinggiran atau luar kota dengan pertimbangan harganya lebih relatif murah kantong mereka. Jikalau bukan tidak mungkin sekiranya sebagian tahun ke depan harga tanah di luar kota bahkan ikut serta naik sebab banyaknya permintaan atau keperluan. Lagi-lagi buatmu berdaya upaya ulang untuk punya rumah sendiri? Sekiranya bahkan beli tanahnya dapat saja relatif murah, sementara pembangunan rumahnya sendiri bagaimana? Harga material konsisten saja mahal lho.

2. Sementara bila kau melalaikan gengsi, punya rumah sendiri meskipun cuma sepetak dapat jadi solusi
Awam yang kau lihat selama ini, lazimnya besar rumah itu jadi tolak ukur gengsi dari si empunya. Jikalau besar rumahnya, akan kian terpandang dan masuk dalam kategori orang berhasil. Dikala besar kecilnya itu hal remeh yang harusnya dipungkiri dikala baru merencanakan punya rumah sendiri. Lagipula di zaman yang teknologinya kian maju, harusnya kau bahkan berdaya upaya lebih maju.

Rumah tidak berpatok pada besar kecilnya, melainkan fungsi di dalamnya sendiri. Apalagi bila bukan sebagai daerah tinggal yang dapat memenuhi semua keperluan juga keperluanmu. Mulai dari rehat, berprofesi, hingga bersosialisasi bagus dengan keluarga sendiri atau tetamu yang berkunjung. Sekiranya sepetak rumah saja telah cukup memenuhinya dengan pagar beton berkualitas, mengapa semestinya memaksakan diri untuk punya rumah gedong bak istana.

3. Tiny house atau rumah-rumah berukuran kecil di luar negeri justru jadi popularitas hunian para keluarga kecil
Ketika di Indonesia masih banyak yang bertanding-pertandingan membangun rumah besar. Semantara tiny house atau rumah-rumah berukuran kecil di luar negeri sedang jadi primadona untuk hunian keluarga kecil. Konsisten ada juga orang yang menentukan untuk meninggalkan rumah yang cukup besar, lalu memilih untuk tinggal di rumah yang cuma sepetak saja. Meski rupanya rumah sepetak itu lebih dapat mendekatkan penghuni rumah yang satu dengan yang lainnya. Kalaupun tinggal cuma sendiri, tidak perlu kuatir merasa kesepian.

Jadi untuk urusan nyaman atau tidaknya, siapa bilang rumah sepetak tidak dapat memberikan rasa itu? Bukankah rumah besar bak istana bahkan tidak dapat menjamin ada kenyamanan?!

4. Biarpun kecil, rumah ini tidak dapat kau sepelekan kenyamanannya. Apalagi tarif membangunnya tergolong lebih murah
Coba saja lihat di isu-isu itu, rumah-rumah yang besar rupanya lebih rawan dengan kriminalitas. Bahwa yang tinggal di rumah yang besar dengan kanstin barangkali belum tentu benar-benar akrab satu sama lainnya. Sementara rumah sepetak atau tiny house sekiranya dibangun dengan rancangan serta perencaan yang bagus pasti akan memberi penghuninya kenyamanan.

Biarpun sepetak, melainkan kau dapat menikmati fasilitas layaknya rumah besar lainnya. Selain ada kamar tidur yang hangat dan nyaman. Ada dapur yang komplit, termasuk oven dan kulkas. Ada juga kamar mandi yang sehat dengan kamar kecil, wastafel malahan bathtub, hingga ruang tetamu yang juga dapat berfungsi sebagai ruang keluarga yang asyik. Rumah kecil ini dapat terkesan mewah, melainkan untuk tarif pembangunannya dapat tergolong murah lho!

Membangun tiny house paling murahnya dapat 150 hingga 200 juta. Selain membangun rumah yang besar dengan perabotan yang komplit dapat lebih dari 250 juta, itupun belum dengan harga tanahnya. Lalu untuk sekiranya membeli tanah beserta rumahnya, untuk ukuran 38/120 saja dapat hampir 400 juta.

5. Kecuali nyaman ada juga tiny house yang ramah lingkungan dan punya desain cukup keren
Jangan kuatir rumah sepetakmu ini mantap keren dari rumah besar bak istana. Biarpun kecil, rumah-rumah ini lazimnya jauh lebih piawai. Kecuali dibangun dengan konsep praktis, tiny house juga multifungsi dan memanfaatkan ruang dengan sebaik-bagusnya. Di dalam rumah sepetak ini tangga dapat saja berfungsi sebagai daerah penyimpanan dan langit-langit rumah dapat diciptakan sebaik-bagusnya daerah tidur, malahan meja kerja tidak cuma dapat diaplikasikan untuk berprofesi, melainkan juga makan.

Kerennya lagi, telah banyak juga rumah-rumah kecil yang lebih ramah dengan lingkungan seperti rumah dengan tambahan metode solar untuk pembangkit energi listriknya. Ada juga yang punya daerah untuk mendaur ulang sampah organik dari dapur rumah tangganya. Memang perlu tarif tambahan untuk menjadikannya ramah lingkungan serta dilindungi pagar brc. Jikalau bila itu dapat menjaga keadaan bumi kita, mengapa tak mencobanya?

6. Nah, kaprah-kaprah mungkin nggak ya bila tiny house ini bakal jadi jawaban dari kebingunan generasi kita untuk punya rumah sendiri?
diberikan bayang-bayang harga tanah yang tiap-tiap tahunnya kian mencekik, serta kian sempitnya lahan hunian di bumi ini, apa iya kau masih berpikiran untuk punya rumah besar? Masa iya iming-iming rumah kecil yang piawai sebab multifungsi ini bahkan tidak dapat merebut hatimu untuk memilihnya sebagai hunian masa depan? Toh bila dipikir-pikir lagi, besar kecilnya rumah itu terlalu relatif. Sementara urusan kepemilikan rumah sendiri yang nyaman itu yang justru totaliter semestinya dipikirkan matang-matang.

Jasa Desain Interior Tangerang