Besi Penutup Gorong-Gorong Underpass Hilang

penutup gorongPencurian besi penutup gorong-gorong underpass Mampang, Jakarta Selatan kembali terjadi. Hilangnya penutup saluran air itu nampak di sepanjang underpass Mampang menuju Kuningan. Sebagian gorong-gorong tanpa dilengkapi besi penutup. Begitupun arah sebaliknya.

“Aku lihat tadi ada tiga yang berlobang. Namun telah ditutupi yang oren-oren (road barrier fiber-red),” kata seorang pengendara bernama Miko.

Hilangnya penutup gorong-gorong berdasarkan Miko telah acap kali terjadi semenjak tiga hari akhir-akhir ini. Ia ingin petugas berkaitan lantas mencari solusi lain.

\\\”Aku telah dari kemarin. Aku harap jangan diberikan oren-oren aja. Dia dipasang lagi besi-besinya,\\\” ujar ia.

Lain lagi dengan Febri Ferdian. Ia mengira hilangnya besi gorong-gorong pengaruh dicuri. Ia minta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus hal yang demikian.

\\\”Aku bukan pertama kalinya terjadi. Aku baca kabar di media. Hilangnya besi gorong-gorong telah berulang. Polisi mesti tangkap pelakunya,\\\” pungkas Febri.

Sebelumnya, hilangnya besi penutup gorong-gorong juga pernah terjadi, pada 31 Mei 2018 lalu. Sebanyak 16 gorong-gorong yang berlobang tak mempunyai penutup. Tapi, 10 yang telah dipasang road barrier fiber.

Deni yang masuk Grup B mengawali petualangan lebih dahulu pada pukul 14.00 WIB. Tapi cakap menerima sempurna angkatan 318. Rinciannya yaitu 141 untuk snatch dan 177 untuk clean and jerk. Sayangnya, Deni merasa angka itu masih kurang untuk membuatnya meraih medali.

\\\”Secara pribadi nyebelin, masih kurang puas hari ini. Namun seandainya dari segi latihan, ini ada peningkatan. Itu sebab terakhir kali latihan baru 135 dan 170-an. Namun seandainya buat sasaran pribadi, dapat 145 dan 180-an, untuk dapat menyaingi Grup A,\\\” ujar Deni.

Deni sendiri mencoba untuk menerima angka yang lebih bagus. Pada angkatan snatch ketiga, dia sempat menjajal muatan 145, tetapi gagal. Di angkatan clean and jerk, dia juga mencoba 180 dan gagal.